Bandung, MataViralNews – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Masyarakat Tionghoa Peduli menyalurkan bantuan sosial kepada lima lembaga kesejahteraan sosial dan pondok pesantren sebagai bentuk kepedulian lintas komunitas dalam mendukung pengurangan kesenjangan sosial di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan modal penting dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. Menurutnya, bantuan sosial perlu diiringi dengan kebijakan jangka panjang yang mampu menciptakan kesempatan kerja, meningkatkan pendidikan, serta memperluas akses pelayanan dasar bagi masyarakat.
Farhan menjelaskan bahwa tingkat ketimpangan di Kota Bandung masih menjadi perhatian. Saat ini, Gini Ratio Kota Bandung berada di angka 0,42, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 0,36. Karena itu, Pemkot Bandung menargetkan penurunan angka ketimpangan secara bertahap hingga mendekati rata-rata nasional pada tahun 2029.
Selain penyaluran bantuan sosial, Pemkot Bandung terus memperkuat berbagai program strategis, di antaranya pengembangan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai alternatif pendidikan bagi anak-anak yang belum dapat mengakses sekolah formal, peningkatan layanan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC), percepatan kepemilikan dokumen administrasi kependudukan, serta peningkatan kualitas sanitasi lingkungan.
Farhan juga mengapresiasi komitmen Masyarakat Tionghoa Peduli yang selama ini aktif menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan di Kota Bandung.
Sementara itu, Koordinator Bakti Sosial Masyarakat Tionghoa Peduli, Djoni Toat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian tanpa membedakan latar belakang penerima manfaat. Menurutnya, paguyuban tersebut telah menjalankan berbagai program sosial, termasuk penyaluran bantuan kain kafan bagi masyarakat yang membutuhkan selama kurang lebih satu dekade.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan diserahkan secara simbolis kepada lima penerima manfaat, yaitu Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Nugraha, LKSA PSAA Al Hilal, LKSA Arraf Arrifqi, Yayasan Noor Rakhmah Al Latif, dan Pondok Pesantren Cijawura Margasari.
Melalui sinergi antara pemerintah, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat, diharapkan upaya mengurangi kesenjangan sosial di Kota Bandung dapat berjalan lebih efektif serta memperkuat semangat gotong royong dalam mewujudkan kota yang lebih adil dan sejahtera.
Sumber: Diskominfo Kota
Editor: MataViralNews




