Mataviralnews.web.id-Kabupaten Bandung Barat – Ketua Umum Garda Mawar, Fauka Noor Farid, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan komitmen sosial melalui ibadah kurban jauh sebelum menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Fauka saat menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan jalan untuk masyarakat di Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (31/5). Menurutnya, di tengah polemik yang berkembang mengenai bantuan sapi kurban presiden, masyarakat perlu melihat fakta dan rekam jejak secara menyeluruh.
Fauka mengungkapkan bahwa Prabowo selama bertahun-tahun secara rutin menyalurkan hampir 100 ekor sapi kurban setiap tahun menggunakan dana pribadinya. Kegiatan tersebut telah dilakukan secara konsisten sejak masih aktif sebagai tokoh nasional dan pimpinan partai politik.
“Tradisi kurban yang dilakukan Pak Prabowo bukan sesuatu yang muncul setelah beliau menjadi Presiden. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang sudah dijalankan sejak lama dan terus dipertahankan hingga sekarang,” ujar Fauka.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan kurban pribadi memiliki perbedaan dengan program bantuan sapi kurban presiden yang dijalankan pemerintah. Program tersebut merupakan bagian dari agenda kelembagaan negara yang telah berlangsung pada masa pemerintahan sebelumnya dan bertujuan menjangkau masyarakat di berbagai daerah.
Menurut Fauka, pemahaman terhadap perbedaan tersebut penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia menilai publik perlu mendapatkan informasi yang utuh sehingga dapat melihat persoalan secara objektif dan proporsional.
Lebih lanjut, Fauka mengatakan bahwa perdebatan yang berkembang di ruang publik semestinya tidak menggeser makna utama ibadah kurban, yakni berbagi, memperkuat solidaritas sosial, dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga mengingatkan bahwa di era media sosial saat ini, berbagai informasi dapat berkembang dengan cepat sehingga masyarakat dituntut untuk lebih cermat dalam memilah dan memverifikasi setiap informasi yang diterima.
“Masyarakat perlu melihat fakta secara lengkap dan tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Sikap kritis dan objektif sangat diperlukan,” katanya.
Fauka menambahkan bahwa momentum Iduladha seharusnya menjadi ajang memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta persatuan di tengah masyarakat. Menurutnya, perhatian publik akan lebih bermanfaat apabila diarahkan pada upaya memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan membantu sesama.
Menutup keterangannya, Fauka mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan serta menjadikan semangat berbagi sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
“Yang terpenting adalah bagaimana kurban dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat rasa kebersamaan. Persatuan dan kepedulian sosial harus tetap menjadi prioritas kita bersama,” tutupnya.¶
Red adi peakosa














