
MataViralNews.web.id/-Jakarta – Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto menegaskan bahwa bentrokan antara personel Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 819/PIBP dan anggota Polres Mappi, Papua Selatan, terjadi akibat miskomunikasi.
Hal tersebut disampaikan Yusri usai memimpin upacara gelar operasi penegakan ketertiban dan yustisi di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (13/2/2026).
“Awalnya biasa, ini kan karena ada miskomunikasi.
Jadi biasa lah, tentara-tentara sekarang ini kan muda-muda,” ujar Yusri.
Menurutnya, faktor usia prajurit yang relatif muda serta kondisi di lapangan terkadang memicu kesalahpahaman.
Namun, pihaknya memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan secara internal melalui mediasi antara kedua institusi.
“Sudah diselesaikan dan sudah dimediasi antara TNI dengan Polri,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XXIV/Mandala Trikora Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono menjelaskan, peristiwa bermula dari ulah seorang pengendara sepeda motor yang beberapa kali menggeber kendaraan sambil mengeluarkan ucapan tidak pantas di sekitar pos penjagaan markas Yonif TP 819/PIBP di Distrik Obaa, Kabupaten Mappi, sejak 6 hingga 11 Februari 2026.
Pada Kamis dini hari (12/2/2026), personel TNI mengamankan yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa pria tersebut merupakan anggota Polairud Polres Mappi yang berada dalam pengaruh minuman keras.
Pagi harinya, pimpinan Yonif TP 819/PIBP dan pimpinan Polres Mappi telah menggelar pertemuan dan sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Namun, sekitar pukul 09.15 WIT, sekelompok massa sempat mendatangi markas dan melakukan aksi pelemparan.
Personel TNI kemudian melakukan pengamanan sesuai prosedur. Berkat koordinasi cepat antara TNI dan Polri, situasi berhasil dikendalikan dan dinyatakan aman tanpa adanya eskalasi lanjutan.
(Redaksi MataViralNews)














