Mata viralNews.web.id/
SUMEDANG, JAWA BARAT – Kegiatan tahunan Gelar Ekosistem Budaya Kasumedang yang digelar secara meriah di Alun-alun Sumedang pada hari Sabtu (14/02/2026) lalu sempat terganggu oleh aksi pencurian dengan cara copet yang berhasil terekam secara detail oleh sistem pemantauan berteknologi tinggi berupa Smart Pole dan drone patroli yang telah diterapkan di kawasan publik kota Sumedang.Senin 16/02/2026
Acara yang bertujuan untuk mempromosikan dan melestarikan ragam budaya khas Kabupaten Sumedang, mulai dari pertunjukan tarian Gambyong Sumedang, musik tradisional Angklung hingga pameran produk kerajinan tangan lokal, dihadiri oleh ribuan pengunjung dari berbagai wilayah Jawa Barat. Namun, di tengah keseruan acara, terjadi peristiwa tidak diinginkan ketika seorang fotografer profesional yang sedang fokus mendokumentasikan momen penting acara menjadi korban tindakan copet.
Melalui rekaman kamera CCTV yang terpasang pada Smart Pole di sisi utara Alun-alun Sumedang, terlihat jelas sosok pelaku berusia sekitar 20-25 tahun yang secara cermat mengincar korban selama beberapa menit sebelum akhirnya mengambil kesempatan ketika korban sedang fokus mengambil gambar pertunjukan. Pada saat yang bersamaan, drone patroli yang sedang melakukan patroli rutin di atas kawasan acara juga berhasil merekam aksi pelaku dari sudut pandang udara, memperjelas setiap gerakan yang dilakukan.
Setelah berhasil mengambil ponsel cerdas berkapasitas tinggi dari dalam tas ransel korban, pelaku langsung bergerak menjauhi lokasi kejadian sambil dengan cepat mengoperasikan perangkat yang dicuri untuk mematikan fitur pelacakan. Tak lama kemudian, pelaku bertemu dengan sosok lain yang diperkirakan sebagai anggota komplotannya di area belakang panggung acara, di mana terlihat jelas proses perpindahan ponsel dari tangan pelaku utama ke rekanannya. Seluruh rangkaian tindakan tersebut tercatat dengan sangat jelas dalam rekaman visual, mulai dari tahap pengamatan korban, pencurian, hingga perpindahan barang bukti.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Sumedang, Bapak Heru Prasetyo, menyampaikan bahwa penerapan Smart Pole merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk meningkatkan layanan publik dan keamanan kawasan kota. “Smart Pole yang kami pasang tidak hanya berfungsi sebagai tiang penerangan modern, namun juga dilengkapi dengan kamera CCTV berkualitas 4K, sensor keamanan, serta sistem konektivitas yang terintegrasi secara terpusat. Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi yang kami terapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keamanan masyarakat,” ujarnya dalam jumpa pers yang digelar di Kantor Diskominfotik Kota Sumedang.
Sementara itu, Kapolsek Sumedang Kota, AKP. Rizky Adi Nugroho, menjelaskan bahwa tim penyidikan telah segera mengambil langkah berdasarkan rekaman yang diperoleh dari Smart Pole dan drone patroli. “Kami telah mengidentifikasi ciri khas dan gerakan pelaku serta komplotannya melalui rekaman visual yang sangat jelas. Saat ini tim kami sedang melakukan pengejaran intensif untuk menangkap pelaku dan mengembalikan barang yang dicuri kepada korban. Rekaman dari perangkat keamanan ini menjadi bukti yang sangat kuat dalam proses hukum nantinya,” ungkapnya.
Penggunaan drone patroli dalam pengamanan acara besar seperti Gelar Ekosistem Budaya Kasumedang merupakan langkah kolaborasi antara Diskominfotik Kota Sumedang dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polres Sumedang. Drone yang digunakan dilengkapi dengan kamera termal dan sistem transmisi data real-time, sehingga memungkinkan petugas untuk memantau kondisi kawasan secara menyeluruh, termasuk area yang sulit dicapai oleh kamera tetap pada Smart Pole.
Ketua Panitia Pelaksana Gelar Ekosistem Budaya Kasumedang, Ibu Siti Nurhaliza, menyampaikan bahwa pihak panitia sangat prihatin dengan peristiwa yang terjadi, namun juga merasa bersyukur karena adanya sistem pemantauan yang canggih sehingga kasus ini dapat segera ditindaklanjuti. “Kami telah melakukan berbagai upaya pengamanan, mulai dari penempatan petugas keamanan hingga koordinasi dengan pihak berwenang. Ke depan, kami akan semakin meningkatkan kerja sama untuk memastikan bahwa acara-acara budaya yang kami gelar dapat berjalan dengan aman dan nyaman bagi seluruh peserta,” ujarnya.

Korban, seorang fotografer yang bekerja di salah satu media lokal di Bandung dengan nama samaran Bapak Arief, menyampaikan bahwa dirinya sangat terkejut ketika menyadari ponselnya hilang, namun merasa lega mengetahui bahwa seluruh proses pencurian terekam dengan jelas. “Ponsel tersebut berisi banyak dokumen penting dan hasil dokumentasi dari berbagai acara budaya yang saya tutupi. Saya berharap pelaku dapat segera ditangkap dan barang saya dapat kembali,” katanya.
Pihak berwenang juga mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu meningkatkan kehati-hatian ketika berada di kawasan ramai atau acara besar. Beberapa tips yang disampaikan antara lain adalah selalu menjaga barang bawaan di tempat yang mudah diamati, tidak menyimpan barang berharga di bagian luar tas, serta saling mengawasi antar sesama masyarakat. Bagi yang menemukan aktivitas mencurigakan atau menjadi korban kejahatan, diminta untuk segera melaporkan ke petugas keamanan atau pihak kepolisian terdekat.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini maupun tentang penerapan Smart Pole di Kota Sumedang, dapat menghubungi Humas Diskominfotik Kota Sumedang melalui nomor kontak resmi atau mengunjungi situs web resmi pemerintah kota Sumedang.
Red














